SUARA INDONESIA
Banner

Secara Virtual, Bupati Bojonegoro Hadiri Puncak Acara Hari Otoda

BOJONEGORO - Bertempat di pendopo Malowopati, Bupati Anna Mu'awanah bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) bersama seluruh kepala OPD (Organisasi Perangkat Dinas) hadir pada peringatan hari Otoda (Otonomi Daerah) ke-26 secara virtual.

Acara yang di selenggarakan oleh Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) tersebut di laksanakan dengan rangkaian acara yang di mulai pada 01 April sampai 30 April 2021, yang mana puncaknya acara pada Senin (26/04/ 2021). Sesuai 

Dengan mengusung tema Bangun Semangat Kerja dan Tingkatkan Gotong Royong di Masa Pandemi Covid 19, Untuk Masyarakat Sehat, Ekonomi Daerah Bangkit, dan Indonesia Maju. Sesuai keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1996 tentang Hari Otonomi Daerah, yang di tetapkan pada tanggal 25 April sebagai hari Otonomi Daerah.

Dalam sambutanya, Mendagri Tito Karnavian katakan jika peringatan ini seyogyanya dilaksanakan pada tanggal 25 April. Namun karena tanggal 25 April adalah hari Minggu kemarin, maka acara peringatan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 26 April.

"Pentingnya otonomi daerah keberagaman yang dibalut dalam bingkai otonomi daerah tentu menjadi modal besar untuk menciptakan Indonesia yang lebih maju dan lebih sejahtera," ungkapnya Senin (26/04/2021).

Sambung Wapres (Wakil Presiden) Ma'aruf Amin, bahwa kebijakan Otoda dimaknai sebagai mekanisme penyelenggaraan pemerintah dengan memindahkan fokus pemerintahan, dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah disertai pemberian kewenangan khusus untuk mengurus dan mengatur urusan tertentu secara mandiri.

"Ini sebagai perwujudan dari Pemerintah pusat terhadap kemandirian daerah guna mendekatkan pelayanan pada masyarakat guna tingkatkan daya saing daerah melalui pemberdayaan masyarakat dan pemerintah daerah," ujarnya.

Ditambahkan pula, bila Pemerintah daerah memiliki keleluasaan menyelenggarakan pemerintahan sendiri, prakarsa kreativitas dan peran serta masyarakat dalam mengembangkan dan memajukan daerah, Pelaksanaan otonomi daerah yang berkualitas.

"Pemimpin daerah harus mampu menghadapi berbagai situasi cepat dan tepat dalam bertindak dan berprestasi pada pemecahan masalah dengan selalu menyesuaikan dirinya dengan perubahan dan keadaan," tuturnya.

Tidak lupa, Wapres juga berpesan dengan efektivitas penyelenggaraan, Pemerintah daerah harus merubah paradigma pemerintahan dan pembangunan yang masih berorientasi pada bisnis atau rutinitas menjadi berbasis Inovasi dan teknologi informasi.

"Manfaatkanlah SDM (Sumber Daya Manusia) unggul dari lokal. Tentunya tetap bersinergisitas antara pusat, daerah serta swasta guna tercapai kekuatan ekonomi dan sosial masyarakat," tukasnya.

Dalam acara tersebut, para peserta terdiri dari seluruh Gubernur, Bupati dan Wali Kota, Ketua DPR RI, Ketua DPRD Provinsi, Ketua DPRD Kabupaten dan Kota, Forkopimda Provinsi, dan Forkopimda Kabupaten dan Kota se-Indonesia.

Apa Reaksi Anda?