default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Tantangan Petrokimia Ditengah Wabah Corona, Begini Kebijakan Manajemen

Tantangan Petrokimia Ditengah Wabah Corona, Begini Kebijakan Manajemen
Peristiwa Daerah
Proses pemeriksaan suhu badan di depan pintu masuk Petrokimia Gresik
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

GRESIK - Petrokimia Gresik tengah mendapat tantangan besar. Ditengah mewabahnya virus corona, perusahaan BUMN tersebut tetap harus beroperasi. Karena, produksinya menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan nasional.

Salah satunya, menyalurkan pupuk bersubsidi. Meski demikian, perusahaan plat merah tersebut tetap memperhatikan keselamatan dengan mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Bahkan, Petrokimia telah mengeluarkan sejumlah kebijakan sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19. Kebijakan ini diperuntukan kepada seluruh karyawan, kontraktor maupun tamu perusahaan. 

Sekretaris Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono mengaku turut prihatin, karena Covid-19 telah menjadi pandemi yang berdampak hampir di seluruh sektor di Indonesia, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, pariwisata, dan sebagainya.

Sebagai upaya antisipasi, manajemen telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang kewaspadaan Covid-19. Melalui SE itu manajemen melarang karyawan melakukan perjalanan non-dinas ke luar negeri.

"Kalau dinas keluar negeri hanya boleh dikajukan jika bersifat urgent dan harus mendapat persetujuan dari direksi," ujar Yusuf Wibisono, Kamis (19/3/2020).

Selain itu, perjalanan dinas dalam negeri juga dibatasi. Khususnya tujuan Jakarta, Bali, Solo, Yogyakarta, Semarang, Manado, serta kota-kota lain yang ditetapkan ada kasus positif Covid-19.

"Bagi karyawan yang terpaksa melakukan perjalanan dinas, sepulang ke Gresik wajib melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG)," imbuhnya.

Yusuf Wibisono juga menyebutkan jika SE itu mengimbau kepada seluruh unit kerja untuk sementara tidak menerima kunjungan dinas tamu atau vendor. Komunikasi dilakukan lewat sarana telekomunikasi.

Tidak hanya itu, manajemen juga menghentikan sementara seluruh kegiatan yang melibatkan karyawan atau peserta dengan jumlah 50 orang atau lebih, seperti kegiatan konvensi inovasi, kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) perusahaan dan Kemerdekaan Republik Indonesia, upacara, turnamen olahraga, pelatihan, rekreasi karyawan dan keluarga, kegiatan orientasi karyawan, serta gathering rekanan.

"Kami telah menginstruksikan seluruh unit kerja melakukan general cleaning secara mandiri menggunakan cairan desinfektan pada permukaan yang sering disentuh, seperti meja kerja, gagang pintu, tombol lift dan lainnya," imbuh Yusuf.

Untuk sementara waktu, presensi seluruh karyawan dan kontraktor yang biasanya menggunakan finger print, dilakukan secara manual menggunakan form online. Ini merupakan tindakan pencegahan di lingkungan kerja, karena finger print saat difungsikan akan menjadi alat paling sering disentuh dan berpotensi menularkan virus. Selain itu, tambah Yusuf, karyawan diimbau untuk mengurangi berjabat tangan dan menggantinya dengan alternatif salam “Namaste”.

“Surat Edaran tersebut merupakan wujud dukungan Petrokimia Gresik terhadap kampanye social distancing yang digaungkan pemerintah untuk mencegah penularan COVID-19,” ungkap Yusuf.

Sebagai upaya deteksi dini, Petrokimia Gresik juga bekerja sama dengan RSPG untuk melakukan pengecekan suhu tubuh karyawan setiap pagi mulai Senin (16/3/2020). Untuk di kantor utama Petrokimia Gresik, pengecekan dilakukan di lobby, atau sebelum masuk gedung Graha.


Kontributor : Syaifuddin Anam
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar