default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Serap Aspirasi, Bupati Bojonegoro Turun Langsung ke Masyarakat

Serap Aspirasi, Bupati Bojonegoro Turun Langsung ke Masyarakat
Birokrasi
Anna Muawanah Bupati Bojonegoro, penyampaian selepas terima aspirasi warga
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

BOJONEGORO - Warga Desa Sumberagung, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro Selasa (19/03/19) kemarin didatangi secara langsung oleh Bupati Bojonegoro Anna Muawanah.

Kedatangan orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Bojonegoro ini, tidak lain untuk menyerap secara langsung aspirasi di tingkat desa.

Camat, Kepala desa, Muspika, dan Kepala Dispertan Bojonegoo juga ikut menyambut dan antusias kedatangannya.

Banyaknya warga juga ikut berduyun-duyun ingin bertemu dan menyampaikan, segala sesuatu pemikiran guna kemajuan desa maupun Bojonegoro secara luas.

Secara tegas, Bupati mengatakan bila saran, kritik secara langsung dari masyarakat sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk dapat berbuat lebih baik demi masyarakat Bojonegoro.

"Kami berangkat dari rakyat, jadi kami terbuka atas kritik dan saran yang membangun dari rakyat untuk kemajuan Bojonegoro kedepan," sebutnya.

Anna juga menargetkan, jika pada tahun 2021 nanti semua infrastruktur jalan, saluran irigasi maupun permasalahan pertanian akan terjawab dengan tuntas.

"Saya meyakini semua keluhan masyarakat akan tuntas, tentunya harus ada dukungan baik dari masyarakat serta semua jajaran ," tegasnya.

Dijelaskan, untuk sekarang ini Pemkab Bojonegoro juga bekerjasama dengan Kabupaten Blora Jawa Tengah yang akan bangun jembatan penghubung Desa Luwihaji Kecamatan Ngraho terhubung Desa Medalem Kabupaten Blora.

"Dengan begitu akan membuka akses perekonomian masyakat antar desa," pungkasnya.

 

" Kami berharap dibangunya jembatan penghubung nanti dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di bagian Selatan kota, sedangkan usulan jembatan di wilayah Kecamatan Kanor menghubungkan Kabupaten Tuban masih memerlukan persetujuan dari Propinsi ," ungkap orang nomor satu di Bojonegoro.

 

Terkait dengan pertanian, Djupari Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) juga menambahkan jika petani padi yang gagal panen sebanyak 75% akan mendapatkan ganti rugi senilai 6jt per hektar, bahkan kedepan juga ada asuransi Tembakau, Jagung, serta Bawang ditopang dengan pemberdayaan petani melalui sekolah tani serta untuk tiap desa bakal mengalokasikan lahan sawah seluas 1 hektar dimana biaya operasionalnya dibiayai oleh pemerintah seperti benih dan pupuk.

 

" Tentu saja petani harus daftar ke asuransi usaha tani padi terlebih dahulu yang sebelumnya asuransi bayar sendiri, sekarang dibiayai oleh pemerintah ," jelasnya.


Kontributor : Aji Susanto
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar